English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts

Kiper Timnas Malaysia Lamar Sriwijaya FC

Wednesday, July 07, 2010


Kiper Timnas Malaysia Syed Adney Syed Hussein mengajukan lamaran tertulis ke Sriwijaya FC untuk memperkuat "Laskar Wong Kito" pada musim kompetisi 2010-2011.

Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa, mengatakan Syed menyatakan diri sebagai penjaga gawang utama Timnas Malaysia dan siap mengikuti proses seleksi dengan datang langsung ke Kota Palembang.

"Kita baru saja menerima kiriman CV dari pemain Malaysia ini. Namun semuanya masih kita tampung saja dulu, soalnya keputusan perekrutan pemain belum akan dilakukan dalam waktu dekat," kata Hendri.

Dia melanjutkan, sementara ini manajemen SFC telah menerima beberapa surat lamaran dari beberapa pemain asing, di antaranya lima pemain asal Aljazair, dua pemain asal Suriah, seorang pemain asal pantai gading dan seorang pemain asal Kenya.

Dia menyatakan, lamaran ini akan diteliti secara saksama oleh manajemen agar pemain yang didatangkan untuk menjalankan proses seleksi benar-benar telah memenuhi syarat.

"Untuk penjaga gawang sebenarnya kita tidak mempunyai masalah lagi karena kiper yang ada saat ini formasinya sudah pas. Namun situasi bisa berubah dengan cepat, tergantung dengan hasil evaluasi usai Piala Indonesia dan bisa saja pemain yang ada saat ini memilih untuk hengkang," ujar dia.

Syed Adney adalah pemain sepak bola Malaysia kelahiran Inggris yang merupakan penjaga gawang Kelantan FA. Dia sempat dipanggil mengikuti seleksi klub Inggris Middlesbrough FC dan Darlington FC.

Pemain bertinggi badan 196 cm ini memulai debutnya sebagai pemain Timnas Malaysia saat melawan Bahrain di kualifikasi Piala Dunia 2010 FIFA Asia. Pada Tahun 2008 di Piala AFF Suzuki, Syed Adney juga tampil dan membawa Malaysia menang 3-0.

Menurut Hendri, perekrutan pemain akan dilakukan usai kompetisi Piala Indonesia musim ini berakhir.

"Silahkan saja tim-tim lain mengungkapkan pemain buruannya kepada publik. Namun Sriwijaya FC tidak akan demikian, karena keputusan tersebut baru akan dilakukan usai Piala Indonesia 2010," ucap dia.

Hendri mengungkapkan minat pemain asing untuk bergabung dengan Sriwijaya FC cukup tinggi dan sebagai bukti akan nama besar "Laskar Wong Kito".

"Sekarang Sriwijaya FC semakin dikenal dunia, karena secara konstan bermain di level Asia , serta selalu menjadi unggulan di kompetisi lokal. Apalagi ke depan Sriwijaya FC terus berupaya memodernisasi klub, agar semakin berkembang," katanya. (bolanet)
Read Post | comments

SBY Carikan Pelatih Untuk Timnas

Monday, July 05, 2010


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusahakan tim nasional sepak bola mendapatkan pelatih yang memiliki rekam jejak baik demi kemajuan persepakbolaan nasional.

"Saya kemarin ke luar negeri sedang berikhtiar untuk itu, untuk mencari `coach`, pelatih yang menurut saya `track record`-nya berhasil mengangkat tim dari papan bawah ke atas," kata Presiden saat membuka rapat terbatas bidang politik, hukum, keamanan, kesejahteraan rakyat, dan perekonomian, di Jakarta, Senin.

Kepala Negara mengangkat topik sepak bola dalam rapat terbatas terkait keprihatinan Indonesia yang tidak bisa tampil dalam laga internasional di tengah gegap gempita piala dunia.

Presiden juga berencana akan memanggil Ketua Umum KONI Rita Subowo dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk membahas kebutuhan pelatih sepak bola yang bisa meningkatkan prestasi tim nasional.

Namun demikian, Presiden Yudhoyono menyadari pelatih bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan tim sepak bola. Sistem yang baik, iklim kecintaan terhadap sepak bola, dan bakat adalah faktor penentu yang lain.

Kepala Negara berharap Kongres Sepak Bola Nasional beberapa waktu lalu bisa dijadikan momentum untuk mencari langkah nyata untuk meningkatkan prestasi tim nasional sepak bola.

"Kalau tidak ada langkah-langkah konkret, sampai lebaran kuda kita punya sepak bola ya begini terus," kata Presiden.

Presiden juga berharap, paling tidak tim nasional bisa berprestasi di tingkat Asia Tenggara dalam ajang SEA Games 2011, ketika Indonesia akan menjadi tuan rumah.

"Jangan sampai kita tidak tampil," kata Presiden.

source://bolanet
Read Post | comments

PT Liga Usahakan Partai Final Piala Indonesia di SUGBK

Piala Indonesia,- Izin keamanan kerap menjadi masalah untuk menggelar pertandingan di Jakarta. Hal itu sering dialami Persija Jakarta maupun Persitara Jakarta Utara sepanjang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim lalu. Namun, hal itu tak membuat jera PT Liga Indonesia (PT LI). Mereka tetap ngotot menghelat final Piala Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

''Sejak awal kami sudah mengagendakan akan menggelar pertandingan di Senayan. Hingga kini juga, tidak ada yang berubah dengan rencana tersebut,'' terang CEO PT LI Joko Driyono di ruang kerjanya kemarin (2/7). Joko optimistis bakal mengantongi izin pertandingan dari polisi. Dengan begitu, rencana yang sudah disusun tidak akan terbengkalai.

PT LI juga menganggap kasus yang menimpa Persija Jakarta sebagai sebuah esensi yang berbeda. Karena itu, tidak ada alasan untuk memindahkan penyelenggaraan partai puncak Piala Indonesia 2010 ke tempat lain. Bahkan, PT LI tidak menyiapkan rencana untuk menggelar pertandingan di tempat lain di luar Jakarta.

''Sekadar menyebut nama sih boleh-boleh saja. Tapi, kami tetap ingin menggelar pertandingan di Jakarta,'' tegas Joko.

Menurut Joko, setidaknya ada dua tempat di luar Jakarta yang dianggap layak untuk menggelar partai final Piala Indonesia 2010. Yakni, Stadion Manahan, Solo, dan Gelora Delta, Sidoarjo. Selain itu, sebenarnya sempat mencuat nama Stadion Segiri, Samarinda. Namun, rasanya sulit menghelat final Piala Indonesia di Samarinda.

''Kesulitannya ada pada pihak RCTI. Mereka belum tentu mau jika pertandingan final digelar di tempat yang jauh. Tentu akan sangat merepotkan. Karena itu, Manahan dan Gelora Delta menjadi alternatif,'' kata Joko.

Sementara itu, terkait regulasi pemain asing, PT LI memperbolehkan setiap klub memainkan lima pemain asing yang dimiliki. Sebelumnya hanya tiga pemain asing yang boleh turun gelanggang.

Kebijakan itu bertujuan babak delapan besar bisa berjalan dengan lebih ketat. Kehadiran lima pemain asing di tim diharapkan mampu membuat pertandingan semakin seru. ''Kalau di babak 16 besar lalu, kami memang memberikan kesempatan agar klub-klub divisi utama juga kompetitif,'' tutup Joko.
Read Post | comments

Tangisan Nurdin Halid

Sunday, July 04, 2010

Piala dunia bisa jadi menjadi merupakan sebuah terminal terakhir yang ingin dicapai oleh hampir semua nagara. Entah itu negara maju ataupun negara berkembang, bahkan negara yang sedang dalam masalah politik maupun masih mempunyai mimpi indah tentang piala dunia ini.

Begitu juga dengan para pemain secara pribadi. Ajang piala dunia bisa dianggap sebagai sebuah wahana untuk bela negara, untuk membakar nasionalisme atau sampai pada ajang “menjual diri” dan unjuk gigi atas ketangkasannya dalam beradu tekhnik bermain bola.

Setiap pertandingan bisa bermakna begitu penting, terutama jika pertandingan itu sudah mencapai babak paly-off. Kesalahan yang berakibat kekalahan akan berbuah fatal, yaitu tersingkir. Sejak peluit wasit di tiup, para pemain berusaha berbuat sebaik mungkin tanpa sedikitpun berbuat khilaf. Karena setitik kekeliruan akan segera memulangkan mereka dalam perhelatan bergengsi ini.

Seorang pemain yang melakukan kesalahan dalam sebuah pertandingan penting biasanya amat sangat menyesal. Tak jarang kita melihat pemain tersebut diakhir pertandingan akan menangis, menjerit atau apapun yang bisa mengekspresikan rasa kecewa atas dirinya sendiri.

Hal itu saya liat pada Cardozo, pemain Paraguay. Cardozo sebenarnya mempunyai kesempatan untuk mengungguli Spanyol jika saja berhasil mengeksekusi tendangan pinalti. Ketika di menit 56 Paraguay mendapatkan penalti karena Cardozo ditarik sampai jatuh oleh Gerard Pique. Namun penalti yang diambil oleh Cardozo bisa ditangkap dengan sempurna oleh Casillas.

Andai saja Cardozo mampu menjebloskan bola ke gawan Casillas, mungkin saja hasilnya akan sedikit berbeda. Kepercayaan para pemain Paraguay akan semakin bertambah sehingga mereka akan segera berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan keunggulannya. Pertahanan Paraguay sendiri sebenanrnya sudah begitu tangguh, dan jika saja keadaan aman (unggul), bisa jadi pelatih akan segera mengintruksikan para pemain untuk semakin menguatkan grendel-grendel pertahanannnya, yang sejak awal sebenrnya sulit di tembus oleh David Villa dan kawan-kawan.

Namun sayang, semua sudah terjadi. Tendangan Cardozo itu kandas di tangan Casillas. Mental jatuh dan kemudian berakhir dengan keunggulan Spanyol 0-1 setelah David Villa berhasil menembus gawang Paraguai dimenit 82.

Mungkin saja teori tentang gagalnya eksekusi penalti Cardozo sebagai bibit kekalahan Paraguay itu tidak sepenuhnya benar, hanya saja setelah peluait panjang dibunyikan wasit sebagai tanda pertandingan usai dan Paraguay dinyatakan tersingkir, Cardozo tidak henti-hentinya menangis. Kesedihan dan penyesalan itu amat sangat nyata terlihat, beberapa teman setim berusaha menenangkanya tapi tidak berhasil, dan terakhir nampak para pemain Spanyol sendiri juga menyempatkan diri untuk menghiburnya. Namun tidak semudah itu bagi Cardozo untuk melupakan kekalahan yang menurutnya diakibatkan oleh kesalahannya.

Seperti itulah sebuah rasa menyesal seorang pemain yang menurut saya sangat nasionalis. Kecintaan kepada negaranya terlihat jelas dari air mukanya yang begitu sedih dan kecewa. Tetesan air mata itu saya terjemahkan sebagai bentuk “patriotisme”-nya. Cardozo merasa gelisah karena telah mengecewakan jutaan warga Paraguay yang telah banyak berharap pada dia dan orang-orang pilihan lainnya.

Sebagai orang pilihan dari sebuah kelompok kemudian dia gagal mengemban tugas dengan baik, sangat pantaslah jika dia menyesal. Sudah dianggap wajar jika tidurnya akan segera diganggu oleh mimpi-mimpi buruk akibat kesalahan-kesalahannya.

Melihat kesedihan Cardozo, saya membayangkan Timnas Indonesia. Jika Cardozo menangis seperti itu hanya karena satu kesalahan yang bahkan bagi orang lain bisa jadi bukan dianggap sebgai kesalahan, ada kemungkinan Nurdin Halid sang ketua PSSI tangisannya lebih haru, lebih menyedihkan, ekspresi penyesalannya lebih dramatis dibanding tangisan Cardozo. []

oleh: Lazuardi Ansori
Read Post | comments

Sepakbola Fiksi ala Nurdin Halid

Sepakbola itu indah jika dimainkan dengan hati, sepakbola itu membangun kebersamaan jika dimainkan dengan hati, sepakbola itu solidaritas jika dimainkan dengan hati, tapi jika sepakbola dimainkan dengan bukan dengan hati alamat akan menjadi malapetaka.

Perhelatan Piala Dunia yang telah memasuki pekan pertama telah menyajikan drama-drama yang spektakuler. Para pemain menunjukkan bahwa dengan sepakbola mereka sanggup menyatukan dunia. Piala Dunia yang berlangsung di Afrika selatan banyak memberikan inspirasi, memberikan pesan-pesan yang tinggi, serta menirimkan “hati” buat seluruh penduduk dunia.

lain itu, di sebuah negara yan penduduknya sangat banyak hanya berdiam diri hari demi hari. menunjuk hidung orang lain adalah kegemaran rakyat di negara tersebut. menunjuk dengan lantang dan tanpa belas kasihan, tetapi, jika menunjuk orang yang benar-benar salah mungkin ada benarnya juga. siapa yang harus ditunjuk dengan lantang??

mungkin, semua khalayak akan nenunjuk satu orang yang harus bertanggung awab dengan apa yang terjadi dengan wajah persepakbolaan negeri ini. Opini yang berkembang setiap hariu nya tetap tidak mampu menggoyahkanna dari empuknya kursi jabatan.

Sedih sekaligus terharu melihat bangsa sendiri terpuruk semakin dalam oleh akibat rakyat nya. bukan menudin, tapi inilah kenyatan yang harus diterima. Semakin dalam semakin sakit, semakin dalam semakin terpuruk, semakin dalam semakin patah hancur lebur. Tidak mengherankan jika suatu hari akan terjadi revolusi sepakbola di negeri ini.

NH

Surat terbuka yang banyak dikirimkan ke markas besar PSSI ditampik!!, demonstrasi didepan mabes di hadiahkan hukuman, opini dari dunia maya pun setali 9 uang, bahkan didepan kongres pun masih berkelit. waw!!inikah yang dinamakan pemimpin??. Pemimpin itu jabatan amanah, dan harus dipertanggung jawabkan di akherat kelak dan itu pasti.

Semakin hari mereka semakin jumawa. Selalu membuat program-program terbaru, dan tidak jelas arahnya. ini bukan mimpi tapi ini tragedi, berapa tahun umur Organisasi tersebut??Tua, dan sangat uzur. “sepakbola fiksi” yang selalu digagas mencerminkan mereka miskin ide untuk memajukan sepakbola negeri sendiri. Entah apa lagi sebutan untuk sepakbola ala Nurdin halid, sepakbola fiksi atau sepakbola proposal??

Tidak jelas dan semakin membahayakan!!!!!!

opini: Edy Apriyanto Sudiyono
Read Post | comments

Hanif dan Mimpi Anak Indonesia

Friday, July 02, 2010


Bermimpilah akan sesuatu yang ingin Anda impikan. Pergilah ke tempat yang ingin Anda tuju. Jadilah apa yang Anda harapkan. Karena kita hanya hidup sekali, dan punya sekali kesempatan untuk melakukan semua yang diharapkan.

Sebuah nasihat populer ini hadir kembali dalam ingatan. Sambil menyantap hidangan lezat khas makanan Medan di Warung Kak Ani, Kemang, perbincangan dengan keluarga Sjahbandi sungguh menyenangkan.

Menyebut nama Rony Sjahbandi mungkin terasa asing bagi Anda. Bagaimana kalau Hanif Abdurrauf Sjahbandi? Beberapa waktu lalu, remaja kelahiran 7 April 1997 ini mencuat dalam pemberitaan, terutama di dunia maya.

Sosok Hanif muncul memakai jersey merah yang begitu akrab dengan publik sepak bola Indonesia. Ia menjadi salah satu buah bibir karena tergolong sukses saat berlatih bersama anak-anak dari berbagai negara di sekolah sepak bola Manchester United awal 2010.

Bakat Hanif membuatnya mendapat tiket tampil dalam World Skills Finals 2009 di Old Trafford. Panggung ini hanya ditujukan kepada mereka yang terlihat menonjol saat mengikuti kursus sepak bola Man. United.
“Hanif mengikuti semua tahap di Man. United yang dulu dijalani David Beckham ketika remaja,” ucap Rony, sang ayah yang tak bisa menutupi kebanggaannya terhadap perkembangan sang anak.

Bincang-bincang hangat dengan seluruh keluarga Sjahbandi tiba juga pada sebuah nama, Rudi Setiawan. Tentu pembaca masih ingat sebuah tulisan di Weekend Story pada 24 April berjudul “Jangan Rusak Mimpiku.”

Impian Rudi, dan berjuta anak-anak Indonesia, mengecap ilmu sepak bola di Eropa sudah dirasakan Hanif. Bahkan, Rony Sjahbandi berencana memboyong semua keluarganya pindah dan menetap di kota Manchester usai Piala Dunia 2010.

“Ini bukan ambisi saya, melainkan keinginan Hanif sendiri. Saya pikir, kesempatan belum tentu datang dua kali, dan ketika peluang bagi Hanif ada, saya akan dukung ia sepenuhnya.” Begitu Rony meyakinkan saya.
Dengan bangga, sang ayah pun menyebutkan nilai-nilai pelajaran di sekolah Hanif. Remaja yang masa kecilnya tergolong hiperaktif itu menemukan dunianya bersama si kulit bundar tanpa menjadi sosok terbelakang dalam pelajaran.

Sungguh beruntung Hanif memiliki orang tua seorang pengusaha ikan yang ingin disebut sebagai “tukang jual ikan” untuk menemani ayah Rudi yang penjual sayur.

Agustus nanti, rencananya Hanif akan bergabung bersama Hough End Griffins Junior FC, sebuah klub sepak bola di Manchester tempat para pencari bakat klub-klub seperti Man. United, Man. City, hingga Blackburn Rovers berburu pemain. Walau remaja bertubuh 168 cm dan 50 kg itu masih menanti panggilan tim pemandu bakat Man. United.

Kepada saya, Hanif mengaku siap meninggalkan Tanah Air dan merintis jalan menjadi pesepak bola profesional. Ia ingin mewujudkan impiannya yang bagi anak-anak Indonesia hanya berani dibawa tidur sambil berangan-angan.

Pengalaman menimba ilmu di Man. United telah menggoda Hanif untuk kembali ke negeri David Beckham. Katanya, “Anak-anak di sana sudah mengerti bermain sepak bola sebagai sebuah tim.”


Hasrat dan Keberanian
Pembaca, bila kita membagi tiga karakter manusia, masuk ke kelompok manakah Hanif?
Pertama, manusia yang berani bermimpi akan sesuatu yang ia angan-angankan karena sadar bahwa bermimpi itu adalah keindahan pikiran makhluk ciptaan Tuhan.
Kedua, tipe anak yang ngotot melakukan apa yang ia inginkan. Bukankah itu merupakan kekuatan hasrat manusia?

Lalu yang ketiga, seorang anak yang percaya pada diri sendiri dan berniat menguji batas kemampuannya. Ini adalah karakter manusia yang berani meraih kesuksesan.

Alangkah indahnya bila Hanif dan anak-anak Indonesia bisa memadukan ketiganya dalam hidup mereka. Mimpi itu harus diikuti dengan kemauan bangkit dari tempat tidur dan bekerja keras mewujudkannaya.
Saya ingin mengutip kata-kata bijak dari Harriet Tubman, seorang wanita pejuang hak-hak asasi manusia di zaman perbudakan selama perang saudara di Amerika. Katanya, setiap impian besar dimulai oleh seorang pemimpi.

Kalau Hanif dan anak-anak Indonesia tidak berani bermimpi, sampai kapan kita hanya menjadi penikmat tontonan sepak bola bermutu di layar kaca?

Tentu impian ini tentu tak boleh berhenti sebatas angan-angan. Seluruh stakeholder, yakni orang, badan organisasi, dan sistem yang berkaitan dengan dunia sepak bola Indonesia kudu mencari jalan agar mimpi-mimpi anak Indonesia bisa menjadi kenyataan.

Mari hidupkan kembali sentra-sentra pembinaan pemain usia dini. Perkenalkan mereka dengan semangat dan arti kompetisi, serta kemauan meniti batas kemampuan.

Lalu, nagaimana bila Hanif, pengagum Lionel Messi itu gagal bersinar dan mengharumkan nama bangsa di negara orang? Bagaimana dengan pengorbanan keluarga Sjahbandi?

Tugas kita, semua insan olah raga, wajib menjaga api semangat itu agar tidak padam. Bukan hanya api Hanif, tetapi juga kobaran semangat anak-anak Indonesia.

Ya, bila impian Anda jatuh dan pecah beribu-ribu keping, jangan pernah takut memungut salah satu kepingan itu dan memulainya lagi dari awal. #

oleh: Wesley Hutagalung
source://bolanews
Read Post | comments

Pluralisme Supporter

Thursday, July 01, 2010

Football for Unity. tagline itu sering kita dengar dalam dunia persepakbolaan, dan memang sepakbola adalah sebuah ajang untuk persatuan. Menyatukan 11 orang yang mungkin berbeda jenis, warna kulit, untuk menjadikan sebuah kesebelasan yang solid untuk memperoleh hasil sebuah kemenangan. berbicara sepak bola tentu tidak lepas dengan penonton atau suporter. Tanpa suporter sepakbola akan terasa hambar. Dan Indonesia adalah salah satu negara yang Suporternya sangat antusias menyaksikan pertandingan Sepakbola yang dimainkan dinegeri ini.

ada hal yang menarik bagi suporter indonesia. loyalitas dan dukungan yang diberikan kepada tim sepak bolanya luar biasa. dan ini sebenarnya modal penting bagi persepakbolaan kita. Hampir setiap daerah mempunyai sebuah Klub sepakbola, dan hampir setiap klub itu mempunyai kelompok suporter, bahkan bukan hanya satu ada beberapa kelompok suporter yang mendukungnya, Secara geografis yang memang berdekatan satu sama lainnya kadang ada sebuah “persaingan” kita sebut saja saja Jogja dan Solo, Jogja dan Sleman, jakarta dan Bandung, Surabaya dan Malang, dan mungkin ada lagi. Entah faktor apa yang melatar belakangi persaingan antar daerah tersebut.

Yang menarik di indonesia ada seperti sebuah pengkotak kotakan suporter. Blok pertama di wakili dengan Aremania, Pasoepati, The Jak, kemudian yang lainnya Bonek, Viking, Sakera atau lebih dikenal dengan BONVISA di tambah Brajamusti. Suka atau tidak memang demikianlah sebenarnya Peta Persuporteran di Indonesia, dan ini membuat setidaknya Stagnasi dalam persepakbolaan kita. Misalnya Bonek bertandang ke Jogja Maka secara Geografis dia akan melewati Solo yang nota bene merupakan “kongsi” arema dan The Jak dan secara tidak langsung potensi kerusuhan ada. Blok Blok inilah sebenarnya yang menghalangi sebuah kreatifitas suporter untuk mendukung tim – timnya. Tapi ada Suporter yang memang Tidak “tergabung” dalam blok besar itu, Slemania misalnya. lalu kemudian Suporter semarang (dengan panser dan Snexnya) Lalu singa mania palembang. dan mungkin kelompok suporter lain. Bukan menyepelekan ketiganya dalam Jumlah atau apa sehingga mereka tidak masuk dalam 2 blok tadi akan tetapi memang kenyataan mereka tidak “berafiliasi” dengan blok – blok suporter tadi. Slemania Misalnya, mungkin memang dia bermusuhan dengan Brajamusti, tapi tidak dengan Bonek misalnya.

Hubungan Ruwet
Ketidakdewasaan suporter – suporter kita membuat ada semacam gap itu tadi. padahal sebenarnya secara individu tidak ada permusuhan apa apa tapi ketidakdewasaan kita sering membuat permusuhan itu tetap dipelihara. Seorang kawan Viking pernah bilang, “anda (pasoepati jakarta) berteman baik dengan The jak, silahkan. saya mengahargai itu karena yang “bermusuhan” adalah Viking dan the Jak. Begitu Pula anda dengan Bonek, Silahkan “bermusuhan” walaupun bonek adalah kawan kami. Pfffffhhhhhh. Ruwet. Demikian sebuah kata yang bisa menyimpulkannya. Keruwetan Hubungan ini. Mungkin Keruwetan ini juga di tangkap oleh Andi Bahtiar Yususf dalam Film nya yang April nanti bisa kita nikmati di Bioskop. lewat Film Romeo*Juliet. ucup mengangkat tema tentang percintaan Cewek Viking dan Cowok The jak. Seorang Rekan Wartawan pernah aku tanya Soal Status “ke-suporter-an” ini dan dia menjawab sambil tersenyum ” Aku lahir di bandung Berarti aku Viking, Kemudian Kuliah di Jogja Berarti aku brajamusti, lalu kerja di jakarta berarti aku the jak, dan aku suka sleman berarti aku slemania” Sebuah jawaban absurd yang mungkin memang seabsurd persepakbolaan dan dunia persuporteran kita.

Baju Suporter sudah dianggap agama bagi mereka yang loyal. dan demi apapun mereka rela membela “agamanya” tapi mereka lupa dalam bangsa yang beragama juga ada sebuah sikap yang disebut sebuah sikap Pluralisme, Tolerasi, dan sikap menghargai. lalu bisakah suporter kita mengahargai kata pluralisme itu tadi. Pluralisme di dalam agama adalah, bukan menyembunyikan Keislaman kita atau kekristenan kita, tapi pluralisme adalah Saya Islam, Anda Kristen , Kalian Hindu. Silahkan jalankan agama kalian masing masing dan mari kita tetap bekerja bersama, bergotong royong, tanpa mengusik ke agamaan kita masing – masing.

Silahkan nikmati Warna klub kalian masing masing, tapi jangan jadikan itu sebuah pelegalan untuk melakukan sebuah tindakan yang disebut dengan perpecahan. Aku bangga dengan merah ku. bagai mana dengan anda? bari jadikan perpaduan warna tim kebangaan kita menjadi Sebuah pelangi cinta untuk kemajuan persepakbolaan indonesia.

Oleh arista budiyono | jsliberal
Read Post | comments

Surat Kepada Tuhan untuk Sepak Bola Indonesia


oleh Christine Elke / elke_81@yahoo.co.id

INDONESIA,,, salah satu Negara besar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk terbanyak no.4 di Dunia dan sebagai salah satu Negara kepulauan terbesar Dunia. Indonesia sebuah nama sederhana namun berdampak besar bagi saya dan orang banyak (*masyarakat Indonesia).

Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda, tidak mudah untuk menyatukan kami semua dengan mudah tapi ada satu wadah yang dapat menyatukan kami semua, yaitu olahraga SEPAKBOLA…

Sepakbola adalah olahraga yang identik dengan kaum laki-laki,namun sekarang kesetara’an laki-laki dan perempuan di sepakbola sama,tidak ada yang berbeda. Di Negara saya Indonesia, sepakbola bukanlah hal yang mahal lagi untuk di tonton. Semua kalangan dapat menonton olahraga ini tanpa ada batasan derajat.

Secara tidak langsung sepakbola menjadi wadah pemersatu antara penduduk Indonesia yang terdiri dari semua latar belakang yang berbeda-beda. Walau kenyata-an buruk harus saya dapatkan di sepakbola Indonesia ini… Dari prestasi yang meredup, jalan nya kompetisi yang tak pasti, pengurusan yang menurut saya ‘egois’ , adanya Mafia Wasit , pelanggaran nama FairPaly sampai gesekan antara supporter…

Orang bilang dulu sepakbola Indonesia adalah salah satu aset yang membanggakan bagi Negara ini. Orang bilang dulu Indonesia adalah "Macannya Asia". Orang bilang dulu Indonesia pernah masuk Piala Dunia dan orang bilang dulu Indonesia tempatnya para pemain bertalent Internasional.

Tapi itu hanya perkata-an orang kepada saya, saya ingin melihat secara langsung itu semua, saya ingin menjadi salah satu penduduk Indonesia yang saat itu merasakan atmosfer Piala Dunia di negaranya sendiri.

Walau mungkin itu semua hanyalah sebuah mimpi yang tidak akan termimpikan lagi, tapi saya yakin Indonesia sesungguhnya bisa bersaing dengan Negara lain, bahkan lebih dari Negara lain. Namun lagi-lagi apakah letak kesalahannya.. Kenapa sepakbola Negara ku bukan nya semakin maju namun semakin terpuruk. Mana gambaran kita yang dulu sebagai Macannya ASIA..?? Mana gambaran salah satu tim yang pernah ikut Piala Dunia..???

Apakah yang terjadi dengan sepakbola Negri ini..?? Apa memang Tuhan berkehendak lain..?? Prestasi mungkin bukan lewat sepakbola namun dengan yang lain. Tetapi saya ingin melihat Nama Indonesia berada di papan atas sebuah Turnamen Internasional sepakbola.. Saya ingin melihat sepakbola Negri kita di kagumi dan dicintai oleh bangsa lain. Saya ingin melihat anak bangsa kita mengangkat tropi juara lagi.

Andai waktu bisa di ulang, saya ingin dapat melihat dan menjadi saksi secara langsung para putra bangsa meneteskan keringatnya, bertarung dan berbenturan di lapangan demi sebuah kemenangan bagi Negara ku ini. Andai waktu bisa di ulang, saya ingin menjadi salah satu di antara penonton yang meneteskan air mata saat melihat para putra bangsa mengangkat trofi juara.

Ya Tuhan,, satu yang ku mau.. Aku ingin melihat sepakbola Negri ku maju dan berprestasi kembali.. Singkirkan para orang yang egois dan tak bertanggung jawab dari sepakbola Negri ku ini. Aku ingin melihat "Bendera Merah Putih" di hormarti oleh seluruh penonton. Sambil menyayikan lagu "Indonesia Raya" aku dan yang lain mengantarkan Indonesia kembali ke tangga juara, walau mungkin tidak selevel Dunia, tapi aku mau melihat Stadion di Negaraku kembali terisi oleh para pencinta sepakbola dari segala usia, jenis kelamin, agama, suka, bahasa dan segala perbeda’an nya.

Walau aku sadar mungkin ini semua susah terwujud jika tidak ada tindakan nyata dari semua yang terlibat di dalamnya, maka bukalah hati kami semua, agar kami mau dan sadar akan pentingnya sepakbola Indonesia bagi Negara ku ini. Jika nanti aku harus pergi, satu yang ku minta. Aku telah melihat secara langsung permainan sesungguhnya sepakbola Indonesia ini, dan aku menjadi saksi di antara semua rakyat Indonesia ketika sang "Garuda" kembali menjadi MACAN ASIA dan mengangkat trofi juara dan kembali mengaung sebagai Tim sepakbola yang kuat dan tak mudah terkalahkan…

Andai waktu bisa berulang,, Aku ingin menjadi salah satu di antara mereka yang menyanyikan lagu "Indonesia Raya" ketika Indonesia bermain di Piala Dunia…

Source://infosuporter
Read Post | comments

Ranking Indonesia Naik Satu Peringkat

FIFA World Ranking,- Indonesia berhasil menggeser Turkmenistan dalam daftar ranking sepak bola FIFA. Indonesia naik satu peringkat ke urutan 137, sementara Turkmenistan melorot dua kasta ke posisi 139.

Dalam daftar ranking dunia yang dikeluarkan oleh FIFA pada 26 May 2010, ada delapan tim dalam sepuluh besar yang tak mengalami pergeseran dibanding pemeringkatan sebelumnya pada 28 April 2010.

Brasil tetap menduduki peringkat teratas dengan nilai 1611. Spanyol di urutan kedua dengan selisih 46 poin di bawah tim "Samba", disusul Portugal dengan nilai 1249. Ketiga negara itu sebelumnya menempati posisi yang sama.

Peringkat keempat sampai kedelapan juga tidak berubah. Posisi itu berurutan ditempati Italy, Jerman, Argentina dan Inggris di peringkat kedelapan.

Sedangkan Perancis berhasil naik satu tingkat. "Les Bleus" kini berada di urutan kesembilan, yang sebelumnya menggeser Croatia ke peringkat sepuluh.

Pemeringkatan selanjutnya baru akan dilakukan FIFA pada 14 Juli mendatang. (FIFA)
Read Post | comments
 
© Copyright Garuda di Dadaku! 2013 - All Rights Reserved | Powered by Blogger.com.